Keluaran 14:1-14

Melihat berbagai krisis yang terjadi di berbagai tempat di muka bumi ini, juga termasuk yang melanda bumi tercinta, Indonesia, apa yang dapat menjadi dasar pengharapan kita? Belum lagi dengan kebencian dan kedengkian sekelompok orang terhadap kekristenan. Masihkah kita percaya akan Tuhan yang berdaulat dan berkuasa?
Nas Alkitab yang kita renungkan hari ini menunjukkan bahwa Tuhan berdaulat dan mengontrol sejarah dunia serta sejarah keselamatan umat-Nya. Dalam hikmat-Nya, Ia memperdaya Firaun yang melihat pasukan Israel berbalik arah seakan Allah Israel tidak sanggup menuntun umat-Nya ke tempat tujuan (2-4). Dalam kedaulatan-Nya, Ia mengeraskan hati Firaun sehingga dengan sombong Firaun memanfaatkan kesempatan itu dan merasa sanggup untuk sekali lagi memaksa Israel kembali ke perbudakan Mesir. Ia telah melupakan keperkasaan Allah Israel yang dengan tulah-tulah-Nya sudah menghancurkan bangsanya. Terhadap umat yang ketakutan karena dikejar oleh Firaun dan pasukannya, sementara mereka sendiri terhadang laut Teberau, Tuhan menyatakan sekali lagi kuat kuasa-Nya. Seruan Musa mewakili Allah, “Jangan takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari Tuhan yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu…” (13). Mereka disuruh menyaksikan kehancuran Firaun oleh kuat kuasa Tuhan: “Tuhan akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja.”
Krisis yang sedang terjadi dan melanda dunia ini menyatakan dua hal penting. Pertama, kebebalan manusia yang mencoba mengatur hidup mereka sendiri di luar bahkan melawan Tuhan. Kedua, Tuhan berdaulat atas hidup ini. Semua upaya manusia di luar Tuhan pasti akan hancur, apalagi bila didirikan dalam kesombongan dan ketakaburan. Oleh karena itu, apapun krisis yang sedang melanda dunia ini, tidak ada satupun yang sanggup menghancurkan iman orang percaya karena iman itu disandarkan pada Allah, Sang Penguasa Dunia dan Sang Penebus umat-Nya.