yesus-bangkit

Sobat….Ratu Victoria dari Inggris suka berjalan-jalan di pedesaan dengan menyamar sebagai orang biasa. Sementara berjalan, ia selalu diikuti oleh pelayannya dari jauh. Suatu kali ia bertemu dengan sekawanan domba yang digembalakan seorang anak kecil. Melihat sang ratu di tengah jalan, anak itu berteriak, “Hei, minggir kamu, dasar perempuan goblok!” Ratu Victoria hanya tersenyum, tidak berkata apa-apa. Ketika pelayannya muncul, ia menjelaskan pada anak itu bahwa perempuan yang diteriakinya tadi adalah ratu Inggris. “Ah, masa?” kata anak itu, “Harusnya ia pakai baju kayak ratu dong.”

Sobat…Tomas tidak langsung percaya pada cerita murid-murid lain bahwa mereka sudah melihat Yesus yang bangkit. Meskipun ia mengenal mereka sebagai orang-orang yang jujur, ia tidak menerima begitu saja kesaksian mereka. Mirip dengan sikap bocah gembala tadi, ia menuntut Yesus membuktikan kebangkitan-Nya kepadanya. Yesus tidak meninggalkan Tomas dalam keraguannya. Dia mendatangi Tomas dan mengulurkan bukti yang dimintanya. Tidak diceritakan apakah Tomas benar-benar mencucukkan jarinya ke dalam bekas paku di tangan Yesus. Yang jelas, keyakinannya pulih. Ia berseru bahwa Yesus adalah “Tuhanku dan Allahku!” (ayat 28).

Sobat…Ketika melewati lembah keraguan iman, kita dapat mengikuti jejak Tomas. Ia tetap setia kepada Tuhan dan tidak menjauh dari komunitas para murid. Ia tidak mengeraskan hati, tetapi menantikan jawaban atas keraguan itu. Dan Yesus tidak mengecewakan harapannya. Keraguan, dengan demikian, pada akhirnya malah dapat semakin menguatkan iman kita.

LAWAN DARI IMAN BUKANLAH KERAGUAN LAWAN DARI IMAN ADALAH KETAKUTAN