Bacaan : Yohanes 15:12-17

Nas: Tidak ada kasih yang lebih besar daripada ini, yakni seseorang memberikan nyawanya demi sahabat-sahabatnya (Yohanes 15:13)

Dalam film Twilight yang diputar di berbagai bioskop beberapa waktu yang lalu, sang tokoh utama mengucapkan sebuah kalimat mengenai pengorbanan. Ia berkata bahwa ia tidak pernah memikirkan bagaimana caranya ia kelak akan mati. Namun, jika ternyata ia mesti mati berkorban untuk menggantikan orang yang ia sayangi, maka itu adalah cara mati yang terbaik, bahkan mulia.

Kalimat serupa pernah Yesus ucapkan pada perjamuan terakhir, seperti bacaan Alkitab hari ini. Di situ Yesus memerintahkan para murid untuk saling mengasihi (ayat 12). Yakni dengan kasih yang melampaui batas- batas ikatan keluarga, suku, kelompok, dan sebagainya. Begitulah Yesus menasihati para rasul yang berasal dari beragam latar belakang yang berbeda.

Yesus juga menyampaikan bahwa kasih ini harus diwujudkan dengan sikap saling berkorban. Bahkan jika perlu dengan mengorbankan nyawa. Menurut-Nya, inilah wujud kasih yang paling besar (ayat 13). Dan kita tahu bahwa keesokan harinya, Yesus langsung mempraktikkan perkataan- Nya ini dengan mengurbankan nyawa di kayu salib demi menyelamatkan kita.

Sebagian besar dari kita kemungkinan tidak sampai mengorbankan nyawa bagi orang lain. Namun, prinsip bahwa pengorbanan adalah bagian yang integral dari kasih tentu berlaku bagi setiap kita tanpa kecuali. Jadi, pengorbanan yang diberikan bisa berupa waktu, tenaga, perasaan, uang, dan sebagainya—tergantung pada kebutuhan mereka yang memerlukan kasih kita. Memang tidak mudah, tetapi Yesus telah memberi teladan pengorbanan kasih yang sempurna. Kini giliran kita untuk mengikutinya —ALS

PENGORBANAN ADALAH

BAGIAN YANG TAK TERPISAHKAN DARI KASIH