Markus 13 : 32 – 42
Apa yang membedakan Tuhan Yesus dari para murid dalam menghadapi cawan kehendak Allah? Karena Dia memiliki pilihan untuk menolak cawan pahit tersebut, tetapi menyerahkan pilihan itu pada kehendak Bapa. Yesus memilih untuk taat dan menundukkan diri pada rencana Bapa. Bukan pilihan yang mudah dan juga bukan pilihan tanpa pergumulan, karena kehendak Bapa adalah Yesus menderita dan mati untuk menebus dosa manusia. Itu sebabnya sampai tiga kali Yesus berdoa (36, 39, 41). Sementara para murid tertidur bukan hanya karena rasa kantuk yang tak tertahankan, tetapi juga karena mereka tidak menyelami pergumulan Guru mereka.
Para murid sebenarnya tidak punya pilihan karena hidup mereka adalah anugerah. Anugerah yang mereka peroleh karena pilihan Kristus untuk taat pada Bapa demi keselamatan mereka. Hidup mereka sekarang adalah milik Kristus dan milik Allah Bapa. Oleh karena itu yang ada pada para murid seharusnya hanyalah ucapan syukur dan penyerahan diri serta ketundukan mutlak kepada rencana Allah! Maka nasihat Tuhan Yesus agar mereka berdoa dan berjaga-jaga sungguh tepat karena mereka akan mengalami pencobaan untuk menolak rencana Allah demi memenuhi kepentingan diri sendiri (38).
Pergumulan Yesus di taman Getsemani tidak mungkin terulang pada diri para murid-Nya masa kini, karena hakikat pergumulan itu berbeda. Yesus bukan berperang melawan kedagingan. Perjuangan kita adalah melawan sikap hidup yang berpusat pada diri sendiri karena kita adalah milik Allah. Bukan perjuangan yang mudah karena selain diri sendiri, Iblis pun tidak ingin kita taat pada Allah. Ia akan memakai segala daya, termasuk bujuk rayu dunia untuk membawa kita kepada pilihan-pilihan yang meleset seakan layak untuk dipertimbangkan. Ingat hidup yang sudah ditebus menjadi milik Kristus adalah hidup yang hanya mengenal kata, “Kehendak-Mu Bapa yang jadi, bukan kehendakku.”